Full shot
Juga disebutShot seluruh badan, Long shot (istilah AS), Head-to-toe shot
Full shot adalah framing yang menampilkan subjek dari kepala sampai kaki secara utuh dalam frame, sambil tetap menyisakan ruang di sekitarnya untuk menunjukkan lingkungan tempat subjek berada. Shot ini memungkinkan penonton membaca postur, gestur, dan aksi fisik secara keseluruhan, tanpa keintiman yang didapat dari framing yang lebih dekat.
Apa yang disampaikan
Sutradara memakai full shot ketika tubuh itu sendiri adalah pesannya: garis tubuh seorang penari, kuda-kuda seorang koboi, cara seseorang membawa dirinya saat memasuki ruangan. Shot ini menjaga karakter tetap terhubung dengan lingkungannya, sehingga penonton membaca siapa mereka sekaligus di mana mereka berdiri, tanpa kehilangan muatan emosi yang biasanya hilang jika framing dilebarkan lagi.
Cara pengambilannya
Kamera diposisikan agar kepala subjek berada dekat batas atas frame dan kaki dekat batas bawah, dengan sisa ruang tipis di atas kepala (headroom) dan di bawah kaki (footroom), biasanya beberapa sentimeter hingga sekitar 30 cm pada frame TV standar. Lensa 35mm sampai 50mm umum dipakai karena menjaga proporsi tubuh tetap natural tanpa distorsi seperti pada lensa wide. Jarak kamera ke subjek tergantung lensa, kira-kira 2,5 sampai 4,5 meter dengan lensa 50mm. Shot ini biasanya statis atau menggunakan pan ringan di atas tripod untuk mengikuti gerakan, dan framing diperiksa agar tidak ada anggota tubuh yang terpotong di tepi frame.
Kapan digunakan
- Memperkenalkan kehadiran fisik, kostum, atau bahasa tubuh karakter untuk pertama kali.
- Merekam tari, bela diri, atau olahraga di mana gerakan seluruh tubuh membawa makna.
- Menampilkan konfrontasi atau standoff di mana kuda-kuda dan jarak antar orang menjadi penting.
- Menempatkan satu sosok di dalam lanskap atau set tanpa kehilangan identitasnya.
Jangan sampai keliru dengan

Wide shot menarik kamera lebih jauh dan mengutamakan lingkungan di atas sosok manusia, yang jadi terlihat kecil dalam frame. Full shot menjaga seluruh tubuh tetap terbaca jelas sebagai subjek utama, dengan latar hanya sebagai konteks, bukan fokus.

Medium shot memotong tubuh di sekitar pinggang atau paha, lebih mengutamakan ekspresi wajah dan gestur tubuh bagian atas. Full shot menjaga kaki tetap dalam frame, yang penting untuk membaca kuda-kuda, cara berjalan, menari, atau bertarung.
Di dunia film
Singin' in the Rain (1952)
Nomor tari judul film ini berulang kali memakai full shot agar seluruh tubuh Gene Kelly, dari kaki yang menciprat air hingga ayunan tangannya, tetap terlihat dalam frame.
The Good, the Bad and the Ugly (1966)
Adegan standoff tiga arah di akhir film membingkai setiap koboi dalam full shot untuk menunjukkan kuda-kuda, posisi tangan, dan jarak sebelum saling menarik pistol.
Prompt-nya
Sebutkan nama shot secara eksplisit dan jelaskan framingnya secara fisik: kepala dekat tepi atas, kaki dekat tepi bawah, dengan sedikit ruang di kedua sisi. Sertakan jenis lensa (35mm atau 50mm terasa natural, tidak terdistorsi) dan jarak kamera ke subjek. Hindari istilah yang samar seperti 'full body shot' saja; tambahkan apa yang tetap statis dan apa yang bergerak, karena full shot bisa bergeser jadi medium shot jika model AI mendekatkan crop-nya. Jaga latar tetap sederhana agar seluruh sosok terbaca jelas.
Prompt persis yang menghasilkan video di halaman ini. Pertahankan deskripsi gerakannya, ubah subjek dan latarnya.
Full shot of a woman in her thirties walking slowly through a sunflower field at midday, framed so her entire body from head to toe stays inside the frame with a hand's width of space above her head and below her feet. The camera stays locked on a tripod at chest height, roughly ten feet away, using a 50mm lens. She moves left to right at a steady pace, sunflowers swaying around her waist, background soft and evenly lit. No text.
Kesalahan umum
Kaki atau kepala terpotong
Membiarkan tepi frame memotong pergelangan kaki atau garis rambut mengubah shot ini jadi medium shot tanpa disengaja dan merusak pembacaan postur serta kuda-kuda.
Kamera terlalu dekat
Menempatkan kamera lebih dekat dari yang dibutuhkan lensa untuk menangkap seluruh tubuh membuat shot bergeser ke arah cowboy shot atau medium shot, kehilangan framing head-to-toe yang menjadi ciri teknik ini.
Latar yang ramai atau berantakan
Set yang penuh detail bersaing dengan sosok utuh untuk menarik perhatian, membuat mata sulit fokus pada bahasa tubuh subjek.
Pertanyaan umum
Apa itu full shot?
Full shot adalah framing yang menampilkan seluruh tubuh subjek, dari kepala sampai kaki, di dalam frame, dengan sedikit ruang di atas dan di bawah. Shot ini memperlihatkan postur, gestur, dan gerakan sekaligus menampilkan sebagian lingkungan sekitarnya.
Apa bedanya full shot dengan wide shot?
Full shot menjaga sosok manusia sebagai elemen dominan, dengan tubuh mengisi hampir seluruh tinggi frame. Wide shot menarik kamera lebih jauh, membuat lingkungan jadi elemen dominan dan sosok manusia relatif kecil.
Lensa apa yang dipakai untuk full shot?
Lensa 35mm sampai 50mm menjadi pilihan standar karena menjaga proporsi tubuh tetap natural. Lensa yang lebih wide bisa mendistorsi anggota tubuh di tepi frame, sementara lensa tele membutuhkan jarak lebih jauh dari subjek agar seluruh tubuh masuk frame.
Bagaimana menghasilkan full shot yang bersih dari model AI video?
Jelaskan framing secara fisik (kepala dekat tepi atas, kaki dekat tepi bawah), sebutkan jenis lensa, tentukan jarak kamera, dan jelaskan gerakan kamera secara eksplisit. Tools seperti Imaginode bekerja lebih baik dengan instruksi fisik yang konkret dibanding hanya label ukuran shot yang samar.